Mengenal Karakteristik Akseptor Asuh Dari Aspek Sosio-Emosional


Karakteristik berasal dari kata huruf dengan arti moral Mengenal Karakteristik Peserta Didik dari Aspek Sosio-Emosional

Karakteristik peserta didik

Karakteristik berasal dari kata huruf dengan arti tabiat/watak, pembawaan atau kebiasaan yang dimiliki oleh individu yang relatif tetap.Karakteristik ialah mengacu kepada huruf dan gaya hidup seseorang serta nilai-nilai yang berkembang secara teratur sehingga tingkah laris menjadi lebih konsisten dan gampang di perhatikan.

Karakteristik peserta latih ialah keseluruhan pola kelakuan dan kemampuan yang ada pada peserta latih sebagai hasil dari pembawaan dari lingkungan sosialnya sehingga memilih pola acara dalam meraih cita-citanya.

Karakteristik peserta latih menurut aspek Sosio-Emosional

Kata emosi berasal dari bahasa latin, yaitu emovere, yang berarti bergerak menjauh. Arti kata ini menyiratkan bahwa kecenderungan bertindak merupakan hal mutlak dalam emosi. Emosi merujuk pada suatu perasaan dan pikiran yang khas, suatu keadaan biologis dan psikologis dan serangkaian kecenderungan untuk bertindak. 


Baca Juga :Menjadi Guru Efektif, Mngapa Tiidak?

Emosi intinya ialah dorongan untuk bertindak. Biasanya emosi merupakan reaksi terhadap rangsangan dari luar dan dalam diri individu. Sebagai referensi emosi gembira mendorong perubahan suasana hati seseorang, sehingga secara fisiologi terlihat tertawa, emosi murung mendorong seseorang berperilaku menangis. Jadi, emosi merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan manusia, alasannya ialah emosi sanggup merupakan motivator sikap dalam arti meningkatkan, tapi juga sanggup mengganggu sikap intensional manusia. Ada beberapa macam emosi yaitu :
  1. Amarah : beringas, mengamuk, benci, jengkel, kesal hati
  2. Kesedihan : pedih, sedih, muram, suram, melankolis, menyayangi diri, putus asa
    Rasa takut : cemas, gugup, khawatir, was-was, perasaan takut sekali, waspada, tidak tenang, ngeri
    Kenikmatan : bahagia, gembira, riang, puas, riang, senang, terhibur, bangga
  3. Cinta : penerimaan, persahabatan, kepercayaan, kebaikan hati, rasa dekat,bakti, hormat, kemesraan, kasih
  4. Terkejut : terkesiap, terkejut
  5. Jengkel : hina, jijik, muak, mual, tidak suka
  6. Malu : aib hati, kesal
Seperti yang telah diuraikan diatas, bahwa semua emosi intinya ialah dorongan untuk bertindak. Kaprikornus banyak sekali macam emosi itu mendorong individu untuk memperlihatkan respon atau bertingkah laris terhadap stimulus yang ada. Manusia  cenderung menganut gaya-gaya khas dalam menangani dan mengatasi emosi mereka, yaitu : sadar diri, karam dalam permasalahan, dan pasrah. Dengan melihat keadaan itu maka penting bagi setiap individu mempunyai kecerdasan emosional semoga menimbulkan hidup lebih bermakna dan tidak menimbulkan hidup yang di jalani menjadi sia-sia.

Faktor Kecerdasan Emosional

Pada dasarnya  kecerdasan emosional yang dikelompokkan menjadi lima kemampuan utama, yaitu;
  1. Mengenali Emosi Diri, Mengenali emosi diri sendiri merupakan suatu kemampuan untuk mengenali perasaan sewaktu perasaan itu terjadi. Kemampuan ini merupakan dasar dari kecerdasan emosional, para hebat psikologi menyebutkan kesadaran diri sebagai metamood, yakni kesadaran seseorang akan emosinya sendiri.
  2. Mengelola Emosi, mengelola emosi merupakan kemampuan individu dalam menangani perasaan semoga sanggup terungkap dengan sempurna atau selaras, sehingga tercapai keseimbangan dalam diri individu.
  3. Memotivasi Diri Sendiri, Presatasi harus dilalui dengan dimilikinya motivasi dalam diri individu, yang berarti mempunyai ketekunan untuk menahan diri terhadap kepuasan dan mengendalikan dorongan hati, serta mempunyai perasaan motivasi yang positif, yaitu antusianisme, gairah, optimis dan keyakinan diri.
  4. Mengenali Emosi Orang Lain, Kemampuan untuk mengenali emosi orang lain disebut juga empati.  kemampuan seseorang untuk mengenali orang lain atau peduli, memperlihatkan kemampuan tenggang rasa seseorang.
  5. Membina Hubungan, Kemampuan dalam membina kekerabatan merupakan suatu keterampilan yang menunjang popularitas, kepemimpinan dan keberhasilan antar pribadi. Keterampilan dalam berkomunikasi merupakan kemampuan dasar dalam keberhasilan membina hubungan. Individu sulit untuk mendapat apa yang diinginkannya dan sulit juga memahami keinginan serta kemauan orang lain.
Demikian semoga bermanfaat untuk lebih mengenal karakteristik peserta didik.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Soal Tes Toefl Dan Pembahasan Tanggapan Structure (Model Test 8)

Soal Tes Toefl Dan Pembahasan Tanggapan Reading (Native American Literature)

Contoh Soal Listening Toefl Beserta Audio Mp3 Kunci Balasan (Complete Test 1 Longman)