Pendidikan Jalan Terindah Untuk Berdiri Peradaban


Direktur Institut Indonesia Bermutu (IB), Zulkifri Anas mengatakan, pendidikan sebagai jalan terindah untuk membangun peradaban. Ia mengutip pasal I Ayat (1) Undang-Undang (UU) sistem pendidikan nasional nomor 20 tahun 2003.
Pasal tersebut menyebut bahwa pendidikan ialah perjuangan sadar dan bersiklus untuk mewujudkan suasana berguru dan proses pembelajaran semoga penerima didik secara aktif berbagi potensi dirinya untuk mempunyai kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, sopan santun mulia, serta keterampilan yang dibutuhkan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara. "Dengan demikian, pendidikan sanggup dikatakan sebagai jalan terindah untuk membangun peradaban," katanya di seminar bertema 'Kurikulum Kehidupan Menuju Revolusi Pendidikan', di aula Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka, di Jakarta, Sabtu (13/5).
Untuk mewujudkan hal tersebut, dibutuhkan kurikulum sebagai rambu-rambu yang memperlancar upaya insan mencapai tujuan. Menurutnya, sejatinya kurikulum itu sederhana. Ia memuat apa yang akan kita lakukan sehingga penerima didik yang tadinya tidak tahu menjadi tahu, tidak sanggup menjadi bisa, malas menjadi rajin, sembrono menjadi disiplin, egois menjadi peduli, destruktif menjadi konstruktif, tidak literat menjadi literat, dan seterusnya.
Oleh sebab itu, kata dia, kurikulum yang dirancang harus siap mengantisipasi kebutuhan mereka, baik kebutuhan dikala insan berguru maupun kebutuhan di masa mendatang. Sebagai rembu-rambu, kehadiran kurikulum menciptakan bahan pelajaran yang tadinya sulit menjadi gampang diajarkan, gampang dipelajari siswa, dan terukur pencapaiannya oleh setiap siswa.
Dalam konteks itu pula, kurikulum bukanlah sekadar daftar bahan pelajaran yang akan dipindahkan ke diri anak. "Melainkan sebuah rancangan atau skenario yang menunjukkan ruang yang seluas-luasnya kepada setiap anak untuk berbagi potensi yang sudah ada dalam diri mereka," ujarnya.
Potensi itu disebutnya sudah dimiliki semenjak lahir dan setiap orang memilikinya. Pendidikan disebutnya upaya menuntun semoga potensi yang bersemayam dalam diri penerima didik keluar dan bermetamorfosis kompetensi. Dengan demikian, makna pendidikan ialah menunjukkan pelayanan kepada setiap anak semoga kekuatan-kekuatan yang tersembunyi dalam diri anak sanggup 'dikeluarkan', dikembangkan, dan diberdayakan.
Hasilnya, anak menjadi semakin siap, tangguh, dan matang dalam menghadapi dilema kehidupan. Pematangan itu terus terjadi tanpa jeda. Ia berkembang sejalan dengan pengalaman yang dilalui. "Setiap fase berjalan seiring dengan napas dan keberadaannya sebagai manusia, setiap perkembangan eksklusif dimanfaatkan dalam kehidupan," ujarnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Soal Tes Toefl Dan Pembahasan Tanggapan Structure (Model Test 8)

Soal Tes Toefl Dan Pembahasan Tanggapan Reading (Native American Literature)

Contoh Soal Listening Toefl Beserta Audio Mp3 Kunci Balasan (Complete Test 1 Longman)